Selasa, 12 Juni 2012

kendala siswa dalam belajar

Kendala – kendala Siswa Dalam Belajar

Belajar secara umum dapat diartikan sebagai proses yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan ( kompetencies ), keterampilan ( skills ), dan sikap ( attitude ). Kemampuan,keterampilan, maupun sikap tersebut diperoleh secara bertahap, memerlukan proses yang sangat panjang, dan berkelanjutan. Oleh karena itulah dari proses pembelajaran yang bertahap dan memerlukan waktu yg cukup lama, itu yang nantinya kita mampu menjadi seseorang yang terampil, pandai, dan bahkan menjadi seseorang yang bisa berguna bagi lapisan masyarakat.
Akan tetapi, itu semua tak luput dari kendala – kendala yang kita alami dalam kelangsungan proses belajar siswa. Proses pembelajaran tidaklah mudah, itu sangat sulit. kita selalu mengalami kendala – kendala dalam memperoleh hasil dari proses pembelajaran tersebut. Adapun kendala yang kita alami bisa berupa kemalasan, kebosanan dan lain – lain. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya perkembangan media elektronik, kesibukan lain di luar sekolah, dukungan finansial dari orang tua, dan yang sangat disoroti saat ini adalah permasalahan asmara.
Penagaruh pertama yang menjadi penyebab siswa malas belajar yaitu pengaruh media elektronik. Dimana, perkembangan terkhnologi dan imformasi saat ini sedang menjulang tinggi, itulah sebabnya mengapa para remaja hususnya siswa SMA hampir seluruhnya menggunakan elektronik. Dampak positif yang ditimbulkan oleh adanya media elektronik memang sangat baik, bagi perkembangan generasi muda, dan kemudahan masyarakat dalam berkomunikasi dan berinteraksi sesama lainya. Dan masih banyak lagi pengaruh – pengaruh positif lainya yang ditimbulkan oleh berkembangnya media elektronik. Akan tetapi, perkembangan media elektonik ini juga membawa pengaruh negatif bagi para siswa umumnya. Penyalah gunaan media elektronik adalah hal yang mereka timbulkan. Bukan hanya sekedar sms_an dan teleponan saja, akan tetapi banyak dari mereka yang tertarik pada aplikasi – aplikasi yang ditawarkan oleh beberapa merk hanphone, diantaranya FACEBOOK . Jejaring sosial ini sangat berpengaruh terhadap minat masyarakat pada umumnya, terutama siswa atau pelajar. Jejaring sosial ini mempunyai mamfaat dan kesenangan tersediri bagi mereka, akan tetapi dengan mereka menggunakannya secara terus menerus akan membuat mereka lupa dengan pelajaranya. Dan memuat mereka melupakan tugas mereka sebagai seorang siswa yaitu belajar.
Siswa mengakui bahwa alasan mereka malas belajar yaitu gara – gara mikirin pacar. Hal ini menjadi pengaruh lainya alasan kemalasan siswa malas belajar. Seperti yang kita ketahui saat ini, asmara tidak lagi menjadi hal yang tabu dikalangan remaja dan khususnya siswa / siswi. Oleh karena itulah asmara sangat mempengaruhi tingkat kemalasan belajar para siswa / siswi. Mengapa demikian ??? mereka yang sedang mempunyai problem dengan pasangannya otomatis akan memikirkan hal itu dan tidak menutup kemugkinan, mereka akan melakukan hal – hal yang dapat merugikan diri mereka sendiri. Dan cendrung melupakan pelajaranya hanya karena memikirkan masalah yang sedang dialami oleh mereka dengan pasangan mereka.
Dan yang tidak dapat dipungkiri adalah sebagian besar dari siswa – siswi SMA yaitu berasal dari kalangan Petani, pedagang , nelayan dan sebagainya. Dan hal ini menjadi penyebab atau kendala yang di alami oleh siswa dalam proses belajarnya. Alasanya, para siswa kebanyakan yang mengurus pekerjaan orang tuanya dibandingkan dengan belajar. Para siswa mengaku bahwa mereka disibukkan dengan melakukan aktifitas pertanian, perdagangan dan sebagainya. Dengan begitu mereka akan melupakan pelajaranya. Dan sebananrnya proses belajar ini sangat memerlukan dukungan dan motifasi dari orang tua. Yaitu tidak mencampur adukan urusan mereka dengan proses pembelajaran anak – anaknya.
Dan yang sangat disayangkan lagi, peran penting orang tua dalam membimbing dan membina anak – anaknya sangat minim. Hal ini desebabkan oleh karena orang tua yang kurang memperhatikan anak – anaknya dan minimnya kemampuan orang tua dalam memberi materi kepada anak – anaknya, akibat keterbatasan pendidikan yang mereka miliki.
Kendala yang terakhir adalah mengenai kebosanan siswa terhadap guru mata pelajaran yang mereka ikuti. Kendala ini memang tidak semua siswa mengalaminya. Akan tetapi, siswa mengaku bahwa cara atau metode yang digunakan oleh para guru – guru sangat membosankan. Oleh karena itulah pendekatan guru terhadap siswa sangat diperlukan. Apabila hal ini telah diterapkan dalam proses belajar dan mengajar, maka akan memudahkan para siswa / siswi dalam proses belajarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar